Ancaman perintah sekatan bersuara terhadap Adendum Diraja yang diarahkan oleh hakim untuk kerajaan memohon secara rasmi pada hari Isnin, 20 Januari, telah mencetuskan perdebatan meluas. Pelbagai kiriman sarkastik telah membanjiri media sosial, dengan sesetengah melihatnya sebagai penjelasan prerogatif diraja, ada yang berkata mengenai sekatan hak bersuara, manakala yang lain melihatnya sebagai ancaman kepada kebebasan kehakiman.
The laughable threat of a gag order on the Royal Addendum, which the judge has directed the government to formally apply for by Monday, 20 January, has sparked widespread debate. Memes and sarcastic posts have flooded social media, with some viewing it as a clarification of the royal prerogative, while others see it as a potential threat to judicial independence.
The Abrahamic religions, Judaism, Christianity and Islam, may share the same lineage, but they were never strangers to conflicts among themselves. The genocide in Gaza, which we are witnessing in real time, garnered the entire world's attention. Everyone, well, almost everyone is wishing for peace, and among those who went online to express their heartfelt desire, one caught our attention...
Meneruskan siri Kenali Ahli Politik Anda. Atau Tidak!, kali ini, penulis rencana NMH, Emma Harith, menemui Datuk Paduka Ibrahim Ali untuk mengulas apa yang...
Tidak dapat dinafikan, tahun 2020 adalah tahun yang paling mencabar. Ancaman COVID-19 membuatkan rakyat Malaysia takut untuk keluar, berkurung di dalam rumah masing-masing sejak...
Without a doubt, 2020 has been a most trying and challenging year. With COVID-19 rearing its tentacles everywhere most Malaysians have been confined to...
Oleh Hisemudin Kasim
Sempena dengan Hari Malaysia yang jatuh pada hari ini, 16 September, saya salinkan kembali sebuah artikel yang saya tulis dalam BLOG saya...